Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Selamat Membaca

Home
Selamat Membaca
Islam dan Pluralitas(isme) Agama* PDF Print E-mail
Wednesday, 01 April 2009 22:21

Oleh Abd Moqsith Ghazali**

Kata “pluralisme” berasal dari bahasa Inggris, pluralism. Kata ini diduga berasal dari bahasa Latin, plures, yang berarti beberapa dengan implikasi perbedaan. Dari asal-usul kata ini diketahui bahwa pluralisme agama tidak menghendaki keseragaman bentuk agama. Sebab, ketika keseragaman sudah terjadi, maka tidak ada lagi pluralitas agama (religious plurality). Keseragaman itu sesuatu yang mustahil. Allah menjelaskan bahwa sekiranya Tuhanmu berkehendak niscaya kalian akan dijadikan dalam satu umat. Pluralisme agama tidak identik dengan model beragama secara eklektik, yaitu mengambil bagian-bagian tertentu dalam suatu agama dan membuang sebagiannya untuk kemudian mengambil bagian yang lain dalam agama lain dan membuang bagian yang tak relevan dari agama yang lain itu.

Last Updated on Wednesday, 01 April 2009 22:26
Read more...
 
Nasib kaum teknokrat PDF Print E-mail
Wednesday, 01 April 2009 22:12
Ulil Abshar Abdalla

Kenapa nasib teknokrat di mana-mana hampir sama -- tidak populer, dibenci para politisi, dianggap tidak pro-rakyat, antek-asing, dan sebagainya, dan sebagainya?

Kasus Indonesia adalah contoh yang sangat baik. Mula-mula, kehadiran teknokrat di awal Orde Baru, terutama tahun-tahun pertama setelah Suharto menerima "kekuasaan" dari Bung Karno untuk --konon-- "memulihkan" keadaan, banyak dipuji oleh beberapa pihak. Hingga menjelang pemilu pertama 1971, mereka masih dianggap sebagai (istilah zaman itu) "orang kita" oleh para demonstran 66.

Last Updated on Saturday, 04 April 2009 04:36
Read more...
 
Setelah Habib Tiada: Waktu, Kebangsaan & Pluralitas PDF Print E-mail
Friday, 27 March 2009 05:46

Oleh Ismail F. Alatas

Habib menutup mata beberapa bulan silam. Canda tawanya tak lagi terdengar. Tubuh direbahkan di ruang depan, dikelilingi rak-rak tanpa debu. Buku-buku terlihat rapi menghiasi ruangan dimana jenazah disemayamkan. Ruangan itu, adalah titik persimpangan waktu. Tempat berseterunya beberapa tempo dan narasi. Ruang-ruang di dalam ruangan. Semua berkumpul membentuk dinamika warna-warni tanpa keseragaman. Yang ada hanyalah multiplisitas suara keragaman. Dan ruangan itu menjadi monumen memori dan ingatan terlupakan.

Last Updated on Friday, 27 March 2009 05:49
Read more...
 
« StartPrev11121314NextEnd »

Page 12 of 14

Humor Kita

Resources

Sumber Pustaka


Clock


msnbc.com Video Player

Powered by Copy Right KNU-ASK 2008.